Paksa Messenger

Kami Menyediakan Referensi, Kami Membantu, Kami Menolak PLAGIATISME

Minggu, 07 Oktober 2012

PTK SD 163 PENGGUNAAN KARTU BILANGAN KALIPATAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III


PENGGUNAAN KARTU BILANGAN KALIPATAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SDN 7 BATUR

ABSTRAK

            Peningkatan minat dan perhatian siswa sejak awal mulai masuknya di lembaga pendidikan merupakan potensi yang diperlukan dalam pembelajaran untuk meraih peningkatan prestasi belajar. Sejalan dengan itu system pembelajaran yang masih bersifat tradisi dihindarkan. Oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari masalah matematika sudah merupakan kebutuhan yang tidak terhindari. Setiap orang selalu menggunakan matematika dalam setiap kegiatannya.
            Untuk memperoleh hasil yang diharapkan penulis melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran dan melalui penggunaan kartu bilangan kalipatan yang merupakan alat yang digunakan untuk menarik minat, dan perhatian siswa dalam pembelajaran konsep dasar perkalian. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pengamatan yang diperoleh sebelum penggunaan kartu bilangan kalipatan nilai rata-ratanya pada siklus satu adalah 6,7 dan siklus kedua adalah 7,2. Jadi adanya peningkatan sebesar 0,3 pada siklus satu, dan 0,5 pada siklus kedua. Sedangkan dari hasil tugas harian berupa hasil ulangan, nilai rata-rata diperoleh sebelum penggunaan kartu bilangan kalipatan adalah 5,8 dibandingkan setelah penggunaannya nilai yang diperoleh adalah 8,4 sehingga adanya peningkatan 1,6 dari siklus satu.
            Persentase hasil pembelajaran setiap siklus dari sebelum penggunaan kartu bilangan kalipatan dibandingkan setelah penggunaannya adanya peningkatan yaitu 27,8% sebelum penggunaannya naik menjadi 55% pada siklus satu dan 88,9% pada siklus kedua.
            Dilihat perbandingan dari hasil pembelajaran pada setiap siklus adanya peningkatan hasil pembelajaran dari 18 orang siswa, 14 orang adanya peningkatan yaitu 78% dan hanya 4 orang siswa hasilnya tetap yaitu 22%.
            Dengan demikian bahwa prestasi belajar secara signifikan dipengaruhi oleh motivasi dan semangat belajar rendah baik di sekolah yang merupakan pengembangan system pembelajaran oleh guru, maupun di rumah oleh orang tua sebagai motivasi untuk meningkatkan minat dan kemauan belajar siswa.


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
              Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterbatasan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas (Depdiknas, 2004:23).
              Kata abstrak sering diartikan sebagai sesuatu yang tidak dapat dijangkau, sesuatu yang sukar dipahami, sesuatu yang tidak dapat dibayangkan. Ini dapat memunculkan salah pengertian di kalangan masyarakat bahwa matematika sering dihubungkan dengan sesuatu yang sulit atau susah. Matematika hanyalah sumber masalah yang membosankan dan menyusahkan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada siswa yang merasa tegang jika waktunya tiba untuk belajar matematika di sekolah. Tidak jarang pula siswa takut ke sekolah karena tidak mengerjakan tugas apabila tidak dapat mengerjakan PR. Di kalangan orang tua siswa memandang pelajaran matematika adalah sesuatu yang baru dan sulit dipelajari, kurangnya minat belajar matematika sehingga prestasi belajar matematika rendah. Guru yang mengajarkan matematika sering diasosiasikan sebagai sosok yang tidak ramah dan suka menghukum. Atribut-atribut semacam ini yang sering menjadikan matematika semakin tidak disukai dan ditakuti.
              Matematika tidaklah demikian, karena dapat dijangkau dan dipelajari oleh siapa saja. Setiap orang baik langsung maupun tidak langsung sebenarnya telah menggunakan matematika dalam kehidupannya sehari-hari. Contoh sederhana misalnya dalam menentukan panjang jalan, kecepatan, luas tanah, luas bangunan, berbelanja atau menukarkan uang, mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, memasang ubin lantai dan lain-lain.
              Berdasarkan pengalaman pembelajaran yang dialami langsung oleh peneliti bahwa siswa masih banyak mengalami kesulitan dalam memahami matematika khususnya berhitung. Banyak upaya yang sudah dilakukan guru dalam pembelajaran matematika khususnya bilangan perkalian, yaitu dengan menggunakan alat peraga yang berupa kapur, lidi, dan batang bambu. Namun pemahaman siswa tentang bilangan perkalian serta keyakinan siswa dalam proses belajar mengajar masih kurang. Pemahaman yang dimaksud adalah tingkat penguasaan tentang konsep dasar perkalian.
Bilangan perkalian merupakan bagian dari matematika yang telah menyatu dengan kehidupan manusia karena bilangan perkalian banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman terhadap bilangan perkalian beserta operasinya adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi manusia untuk dapat hidup di dalam lingkungannya, mengingat pentingnya bilangan tersebut perlu ditanamkan kepada anak sedini mungkin.
              Berdasarkan fakta di atas, telah banyak cara yang digunakan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika, seperti memberikan pujian kepada siswa yang mampu, memberikan hadiah, tidak menghukum, belajar sambil bermain, penggunaan media pembelajaran yang sesuai dan lain-lain.
              Pembelajaran matematika di SD merupakan salah satu kajian yang selalu menarik untuk dikemukakan, karena adanya perbedaan karakteristik khususnya antara hakikat anak dengan hakikat matematika.
              Untuk itu diperlukan adanya jembatan yang dapat menetralisir perbedaan atau pertentangan tersebut. Hal ini karena tahap berpikir mereka masih belum formal. Apalagi di kelas-kelas rendah sebagian besar dari mereka berpikirnya masih berada tahapan konkret.
              Keberhasilan pembelajaran matematika pada khususnya dapat diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pengajaran. Keberhasilan tersebut dapat diamati dari hasil evaluasi, tingkat pemahaman dan penguasaan yang ditetapkan. 
              Dari hasil pengamatan yang dilakukan ternyata 35% yang aktif dan 65% kurang berminat terhadap pelajaran matematika. Dilihat dari hasil ulangan umum semester I tahun pelajaran 2007/2008 nilai rata-ratanya adalah 4,0 dari hasil analisis soal yang tidak mampu dijawab adalah soal dari konsep bilangan perkalian.
              Keberhasilan siswa pada tingkat pemahaman dan penguasaan materi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : minat, kurangnya kesiapan belajar, dan pengembangan strategi pembejalaran. Bertolak dari permasalahan tersebut maka penguasaan terhadap perkalian belum dapat dipahami siswa sehingga perlu ditanamkan konsep perkalian lebih mendalam.
              Untuk meningkatkan hasil belajar dan menarik minat perhatian siswa terhadap pembelajaran matematika, penulis telah mencoba menggunakan kartu bilangan kalipatan.

1.2  Rumusan Masalah Penelitian
              Berdasarkan latar belakang dan pemikiran pemecahan masalah di atas dapatlah dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut :
1.             Apakah dengan menggunakan kartu bilangan kalipatan dalam pembelajaran matematika dapat menarik minat siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 7 Batur ?
2.             Apakah dengan menggunakan kartu bilangan kalipatan dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 7 Batur ?
3.             Bagaimanakah persentase hasil pembelajaran penggunaan kartu bilangan kalipatan terhadap prestasi hasil belajar siswa ?

1.3  Tujuan Penelitian
              Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian dapat dituliskan sebagai berikut :
1.             Menarik minat siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 7 Batur dalam pembelajaran matematika.
2.             Meningkatkan prestasi hasil belajar matematika siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 7 Batur.
3.             Memudahkan pemahaman terhadap penguasaan penanaman konsep perkalian pelajaran matematika yang disajikan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 7 Batur.

1.4  Manfaat Penelitian
            Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar pada proses pembejaran dan hasil belajar siswa sebagai berikut :
1.             Bagi guru penelitian ini akan memberikan inovasi pembelajaran sehingga dapat memperkaya sistem pembelajaran di kelas.
2.             Memberikan motivasi agar dapat mengubah sistem pembelajaran yang monoton, sehingga dapat meningkatkan minat dan prestasi anak didik.
3.             Bagi siswa penelitian ini memberikan kesempatan untuk beraktivitas dan kreatif, menarik minat dan keberanian berinteraksi antara guru dengan siswa, dan semua temannya di dalam kelas.

1.5  Ruang Lingkup Penelitian
            Mengingat keterbatasan waktu, biaya serta kemampuan, maka dalam penelitian ini ditentukan ruang lingkup penelitian. Sehingga untuk mengetahui jangkauan permasalahan yang dibahas, maka ditentukan subjek yang diteliti adalah sebagai berikut :
1)             Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 7 Batur. Siswa ini dipilih karena konsep dasar perkalian mulai diajarkan dan perlu ditanamkan.
2)             Materi yang diajarkan adalah mengenai konsep dasar perkalian.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta : Rineka Cipta.
…….…, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
…….…, 2007. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Ali, Muhamad. 1992. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindon.
Depdikbud, 1982. Laporan Sementara Studi Perkembangan Kognitif Anak. Jakarta: Depdikbud.
………….., 1995/1996. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dasar Jakarta : Depdikbud.
………….., 1994. Metodik Khusus Pengajaran Berhitung di SD. Jakarta: Ditjen. Dikdasmen Depdikbud.
Dalyono,M. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Erman Suherman, 1993/1994. Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Matematika Model I Sampai VI. Depdikbud dan UT Jakarta.
Ibrahim. Ct al. 1992. Pengantar Teknologi Pendidikan Malang : Lab Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP IKIP Malang.
Netra, Drs.Ida Bagus, 1979.Metodologi Penelitian. Singaraja : Universitas Udayana.
Nurkancana, Drs. Wayan dan Drs. P.P.N. Sumartana, 1986. Evaluasi Pendidikan Surabaya : Usaha Nasional.
Nasution,Joehi, 1993. Materi Pokok Psikologi Pendidikan Jakarta : Universitas Terbuka.
Russefend dkk. 1992. Pendidikan Matematika 3. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Tinggi.
Robinson,D.N.Adjai. 1998. Azas-azas Praktek Mengajar Kriteria Baru dalam Program Pengajaran. Terjemahan George Allen dan Unwin.Princiles and Practice of Teaching 1980. Jakarta : Bharata.
Suryobroto,B.1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Soedjadi R. 1999. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Singajraja.
Surakhmad,M.Sc.Ed.Prof.Dr. Winarno. 1982. Pengantar Penelitian Ilmiah, Dasar Metode Teknik. Bandung : Tarsito.


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word), hubungi :
08572 8000 963

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites