Paksa Messenger

Kami Menyediakan Referensi, Kami Membantu, Kami Menolak PLAGIATISME

Sabtu, 03 September 2011

PTS 029 UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU IPA DALAM MELAKSANAKAN PENILAIAN BERBASIS KELAS MELALUI SUPERVISI KLINIS PADA SMA


UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU IPA
DALAM MELAKSANAKAN PENILAIAN BERBASIS KELAS MELALUI SUPERVISI KLINIS PADA SMA NEGERI 112
DI KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
penilaian berbasis kelas, yaitu bagian dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan/atau pada akhir pembelajaran. Fokus penilaian pendidikan adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi yang ditentukan. Pada tingkat mata pelajaran, kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD).
Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Penilaian merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran. Dengan melakukan penilaian, guru sebagai pengelola kegiatan pembelajaran dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki siswa, ketepatan metode mengajar yang digunakan, dan keberhasilan siswa dalam meraih kompetensi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penilaian, guru dapat mengambil keputusan secara tepat untuk menentukan langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Hasil penilaian juga dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk berprestasi lebih baik.
Sebagaimana diketahui bahwa SMA Negeri 112  di Kecamatan Kembangan mempunyai  jumlah dan variasi siswa yang beragam baik dilihat dari segi sosial, ekonomi dan budaya, sedangkan dari variasi siswa tidak dapat dipungkiri bahwa banyak diantaranya mempunyai kemampuan baik secara fisik, emosional, intelektual yang beragam pula.  UU No 20 / 2003, tentang Standar Pendidikan Nasional. menyatakan bahwa 
“Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri nya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri , kepribadian kecerdasan , akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Pernyataan Undang-Undang diatas tentu memberikan konsekwensi logis bagi terlaksananya sistem pendidikan yang adil, merata, dan memberikan kesempatan belajar bagi semua siswa tanpa kecuali.
Sejalan dengan pengertian diatas, penilaian berbasis kelas harus dilaksanakan secara terencana dan bekesinambungan. Namun dilapangan masih banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan hasil studi awal dari supervisi kelas yang dilakukan sebelum penelitian ini ditemukan, masih ada guru yang melaksanakan kegiatan belajar-mengajar tanpa persiapan. Persiapan yang hendaknya wajib dilakukan oleh guru adalah membuat program tahunan, program semester, rencana pembelajaran, rancangan penilaian/buku nilai, agenda mengajar, daftar hadir siswa, serta buku catatan khusus terhadap anak yang bermasalah.
 Begitu pula pada akhir proses belajar-mengajar belum sepenuhnya diadakan evaluasi sehingga pokok bahasan yang dipelajari belum terukur apakah siswa sudah memahami atau telah menyerap pelajaran tersebut. Para guru juga masih berorientasi pada bahan, bukan pada tujuan pembelajaran sehingga yang menjadi target para guru yakni habis materi seolah-olah tujuan telah tercapai.
Selain itu masih ditemukan guru belum membuat persiapan penilaian kelas yang lengkap dari pembuatan kereteria ketutuntasan minimal, kisi-kisi soal, analisis soal, dan setelah penilaian hasilnya tidak segera dibagikan kepada siswa, analisis serta hasil ketuntasan belajar siswa, ini penting dilakukan guru dalam penilaian berbasis kelas.
Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran, dalam hal ini guru, di dalam maupun di luar kelas atas nama Satuan Pendidikan, dalam hal ini sekolah, untuk menilai kompetensi peserta didik pada tingkat tertentu pada saat dan akhir pembelajaran. Kurikulum tingkat satuan pendidikan menuntut berbagai model dan teknik penilaian. Dengan penilaian kelas dapat diketahui perkembangan dan ketercapaian berbagai kompetensi peserta didik. 
Sehubungan dengan hal tersebut tampaknya perlu diadakan pembinaan-pembinaan melalui supervisi klinis. Supervisi klinis ini lebih berorientasi pada kegiatan guru di dalam kelas. Penekanan supervisi klinis adalah pengobatan atau penyembuhan yang diwujudkan dalam bentuk tatap muka antara supervisor (pembimbing) dengan guru. Seperti yang diungkapkan oleh Ngalim Purwanto (1987) bahwa supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sekolah maupun guru. Pemberian layanan/pembinaan kepada guru-guru ini dapat dilakukan secara individual maupun secara berkelompok, dalam usaha memperbaiki pengajaran dengan tujuan  untuk mengembangkan situasi belajar mengajar.

B.     Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas dapat dirumuaksn masalah sebagai berikut :  Seberapa besar peningkatan kemampuan guru IPA dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas melalui supervisi klinis pada SMA Negeri 112 di Kecamatan Kembangan?.

C.    Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru IPA dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas melalui supervisi klinis pada SMA Negeri 112 di Kecamatan Kembangan.

D.    Manfaat
Hasil penelitian tentang upaya peningkatan kemampuan guru IPA dalam melaksanakan penilaian berbasi kelas melalui supervisi klinis ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut :
Peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas dalam rangka mencari tahu apakah pembelajaran yang dilaksanakan sudah berhasil atau belum.
Guru-guru yang terampil dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas sebagai hasil penilaian pendidik untuk melengkapi penilaian satuan pendidikan dan penilaian pemerintah (Permendiknas No 20 Tahun 2007 Tentang setandar Penilaian).
Sebagai acuan bagi peneliti dalam melaksanakan supervisi akademik maupun manajerial.

E.     Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka acuan konseptual dan tujuan dari penelitian ini seperti yang telah diuraikan di atas, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru IPA dalam melaksanakan penilaian kelas pada SMA Negeri 112 di Kecamatan Kembangan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Aksara.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : PT Kloang Klede Putra Timur

______.Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 Tentang Setandar nasional Pendidikan. Jakarta :BP Darma Bakti.

______.2007. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional RI Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta : Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas.

______.2006. Permendiknas no 22 tentang setandar isi. Jakarta : Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

______.2006. Model Penilaian Kelas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP/MTS. Jakarta : Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan pengembangan Depdiknas

______.2008. Rancangan Penilaian Hsil Belajar. Jakarta : Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan sekolah Menengah Atas

Martinis Yamin. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta : Gaung Persada Press.

Mantja, W. 2005. ”Supervisi Klinik: Peranan Supervisi Kepala sekolah Dalam Rangka Meningkatkan Profesionalisme Guru SMP, SMA, SMK Se Kabupaten Buleleng”. Makalah disampaikan pada seminar sehari pada tanggal 28 JUni 2005 di Singaraja.

Nana Sujana. 2001. Penilaian Proses Hasil Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.

Oteng Sutisna. 1989. Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis Untuk Praktek Profesional. Bandung : Angkasa.

Purwanto, N. 1987. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Cv. Remaja Karya.

Sam M.Cham dan Tuti T. Sam. 2005. Analisis Swot Kebijakan Pendidikan Era Otonomi Daerah. Jakarta : PT Raja Grafindo Perkasa.

Soetopo, Hendiyat dan Wasty Soemanto. 1988. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: PT Bina Aksara.

Suastini. 2005. kontribusi supervisi pengajaran terhadap kemampuan mengajar guru Bhs Inggris pada SMA di Kota Badung. Tesis (tidak diterbitkan). Fakultas Pascasarjana, IKIP Negeri Singaraja.

Winartha. 2006. kontribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru SMA Negeri unggulan di Kota Denpasar. Tesis (tidak diterbitkan). Fakultas Pascasarjana, IKIP Negeri Singaraja.




Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 085728000963

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites