Paksa Messenger

Kami Menyediakan Referensi, Kami Membantu, Kami Menolak PLAGIATISME

Senin, 22 Agustus 2011

PTK SMA 078 PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR READING DALAM BAHASA INGGRIS SISWA KELAS XI-C SMA ……….


PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR
READING DALAM BAHASA INGGRIS
SISWA KELAS XI-C SMA ……….

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta sama-sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Tetapi pada kenyataannya upaya pemerintah tersebut belum cukup berarti dalam meningkatkan kuailtas pendidikan. Menurut Direktur Pendidikan Menengah dan Umum, Umaedi (1999: 1), salah satu indikator kekurang berhasilan ini ditunjukkan antara lain dengan NEM siswa untuk berbagai bidang studi pada jenjang SD, SLTP dan SLTA yang tidak memperlihatkan kenaikan yang berarti bahkan boleh dikatakan konstan dari tahun ke tahun, kecuali pada beberapa sekolah dengan jumlah yang relatif sangat kecil. Indikator lainnya adalah banyak siswa yang telah lulus dari lembaga pendidikan atau sekolah menjadi pengangguran, tidak siap untuk menjadi warga negera yang bertanggung jawab dan produktif, sehingga menjadi beban keluarga, masyarakat, bangsa dan negara serta akhirnya mendorong terjadinya instabilitas nasional, baik dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Kondisi tersebut, permasalahan pokoknya adalah para siswa yang merupakan produk sistem pendidikan yang diselenggarakan tidak berfokus pada mutu (Nurochim, 2007: 1).
Salah satu faktor yang dapat menjelaskan mengapa upaya perbaikan mutu pendidikan selama ini kurang atau tidak berhasil adalah strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input oriented. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi, seperti penyediaan buku-buku (materi ajar) dan alat belajar lainnya, penyediaan sarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya, maka secara otomatis lembaga pendidikan (sekolah) akan dapat menghasilkan output (keluaran) yang bermutu sebagai mana yang diharapkan. Ternyata strategi input-output yang diperkenalkan oleh teori education production function (Hanushek, 1981) tidak berfungsi sepenuhnya di lembaga pendidikan (sekolah), melainkan hanya terjadi dalam institusi ekonomi dan industri (Umaedi 1999: 2).
Gambaran tersebut memberikan pemahaman bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan faktor lainnya seperti proses pengelolaan pengembangan mutu pendidikan. Input pendidikan merupakan hal yang mutlak harus ada dalam batas-batas tertentu tetapi tidak menjadi jaminan dapat secara otomatis meningkatkan mutu pendidikan (school resources are necessary but not sufficient condition to improve student achievement). Disamping itu mengingat sekolah sebagai unit pelaksana pendidikan formal terdepan dengan berbagai keragaman potensi anak didik yang memerlukan layanan pendidikan yang beragam, kondisi lingkungan yang berbeda satu dengan lainnya, maka sekolah harus dinamis dan kreatif dalam melaksanakan proses pendidikan untuk mengupayakan peningkatan kualitas/mutu pendidikan.
Salah satu hal penting dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran adalah dengan mengembangkan model-model pembelajaran modern yang lebih sesuai dengan sifat manusiawi siswa, lebih sesuai dengan kondisi siswa, guru, dan sekolah, serta lebih memperhatikan kondisi kejiwaan siswa dalam melakukan proses belajar. Model pembelajaran merupakan strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar, sikap belajar dikalangan siswa, mampu berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, dan pencapaian hasil pembelajaran yang lebih optimal (Isjoni, 2009: 8). Salah satu model pembelajaran yang dapat diadopsi untuk proses pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMA adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Menurut Slavin (2007), pembelajaran kooperatif menggalakan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok. Pembelajaran ini memungkinkan terjadinya pertukaran ide dan pemeriksaaan ide sendiri dalam suasana yang tidak terancam, sesuai dengan falsafah konstruktivisme. Dengan demikian, pendidikan hendaknya mampu menggkondisikan dan memberikan dorongan untuk dapat mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa , menumbuhkan aktifitas dan daya cipta kreativitas sehingga akan menjamin terjadinya dinamika di dalam proses pemebelajaran. Dalam teori konstruktivisme ini lebih mengutamakan pada pembelajaran siswa yang dihadapkan masalah-masalah komplek untuk di cari solusinya, selanjutnya menemukan bagian-bagian yang lebih sederhana dan keterampiulan yang diharapkan.
Model pemebelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil, seperti yang diungkapkan Lie (1993: 73), bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw ini merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama salaing ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri. Dalam model pembelajaran jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukanakan pendapat, dan mengelolah imformasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasii, anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari, dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya (Rusman, 2008.203).
Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dirasa perlu untuk diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMA ..........  khususnya pada siswa kelas XI, dengan pertimbangan bahwa model pembelajaran ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah: (1) Memberikan kesempatan yang lebih besar kepada guru dan siswa dalam memberikan dan menerima materi pelajaran yang sedang disampaikan; (2) Guru dapat memberikan seluruh kreativitas kemampuan mengajar; (3) Siswa dapat lebih komunikatif dalam menyampaikan kesulitan yang dihadapi dalam mempelajari materi; (4) Siswa dapat lebih termotivasi untuk mendukung dan menunjukkan minat terhadap apa yang dipelajari teman satu timnya (Ibrahim,  Fida, Nur, dan Ismono. 2000: 13). Selama ini, bidang bahasa Inggris dianggap oleh siswa sebagai salah satu bidang yang menjadi momok menakutkan di sekolah, dimana siswa banyak mengalami ketakutan, tekanan psikologis dalam proses pembelajaran, dan siswa mengalami  kejenuhan dalam belajaran bahasa Inggris. Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan, didapat informasi bahwa hal-hal tersebut terjadi karena guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dianggap: (1) Tidak menarik dalam menyajikan materi pembelajaran bagi siswa; (2) Siswa banyak dibebani dengan tugas-tugas di kelas secara individu; (3) Bidang bahasa Inggris merupakan bidang yang sulit dan tidak banyak disenangi; (4) Siswa cenderung mengalami berbagai kesulitan yang tidak terpecahkan dalam proses belajar. Tidak banyaknya siswa yang menyenangi bidang bahasa Inggris ini, maka perlu direspon dengan proses pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, kesan relax dan ringan, serta mampu mengakomodir kesulitan-kesulitan siswa, sehingga dampak buruk dapat ditekan lebih banyak.
Dari latar belakang masalah tersebut, maka peneliti merasa terdorong untuk melihat pengaruh pembelajaran terstruktur dan pemberian balikan terhadap prestasi belajar siswa dengan mengambil judul “Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Reading dalam Bahasa Inggris Siswa Kelas XI-C SMA ……….

B.       Identifikasi Masalah
Berdasarkan atas latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi adanya permasalahan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di sekolah sebagai berikut:
1.    Selama ini, bidang bahasa Inggris dianggap oleh siswa sebagai salah satu bidang yang menjadi momok menakutkan di sekolah, dimana siswa banyak mengalami ketakutan, tekanan psikologis dalam proses pembelajaran, dan siswa mengalami  kejenuhan dalam belajaran bahasa Inggris.
2.    Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran selama ini dianggap tidak menarik dalam menyajikan materi pembelajaran bagi siswa dan siswa cenderung mengalami berbagai kesulitan yang tidak terpecahkan dalam proses belajar, serta mengalami tekanan-tekanan dalam proses pembelajaran di kelas.

C.      Pembatasan dan Rumusan  Masalah
1.         Pembatasan Masalah
Penelitian ini dilaksanakan sebatas pada prosedur pelaksanaan model pembelajaran Jigsaw untuk reading dalam bahasa Inggris dan dampak peningkatan prestasi belajar yang dihasilkan pada siswa kelas XI-C SMA ……….
2.         Rumusan Masalah
Merujuk pada uraian latar belakang masalah dan pembatasan masalah penelitian yang telah diuraikan, dapat dibuat rumusan masalah penelitian sebagai berikut:
a.    Bagaimanakah langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk pembelajaran reading dalam bahasa Inggris bagi siswa kelas XI-C di SMA ……….?
b.    Bagaimanakah dampak peningkatan prestasi belajar reading dalam bahasa Inggris bagi siswa kelas XI-C SMA ……….?

D.      Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:
  1. Deskripsi langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk pembelajaran reading dalam bahasa Inggris bagi siswa kelas XI-C di SMA ………..
  2. Besarnya dampak peningkatan prestasi belajar reading dalam bahasa Inggris bagi siswa kelas XI-C SMA ………..

E.       Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:


1.      Manfaat Teoretis
Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan khasanah pengetahuan bidang kependidikan bahasa Inggris, khususnya terkait dengan teknologi pembelajaran dalam pengembangan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sebagai salah satu model pembelajaran yang modern.
2.      Manfaat Praktis
a.       Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru dalam mengembangkan model pembelajaran yang humanis, berkualitas, dan mampu memecahkan masalah-masalah kesulitan belajar siswa.
b.      Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan pada sekolah untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang menyenangkan dan berhasil, sehingga kualitas output siswa dapat ditingkatkan bukan hanya dari inputnya semata tetapi juga dari proses pendidikan yang dikembangkan di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Anita Lie. 2007. Cooperative Learning. Jakarta : Grasindo
Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : Rosdakarya.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Rineka Cipta.
Syaiful Sagala. 2006. Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2008/09/15/cooperative-learning-teknik-jigsaw/
Elliot Aronson. The Jigsaw Classroom, Web Site Copyright 2000-2006, Social Psycology

Ibrahim, M., Fida R., Nur, M. dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif.Surabaya: Unesa Press.
Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1989. Penilaian Program Pendidikan. Proyek Pengembangan LPTK Depdikbud. Dirjen Dikti.

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional Education of Teachers. Allin and Bacon, Inc. Boston.

Dayan, Anto. 1972. Pengantar Metode Statistik Deskriptif. Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Djamarah. Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Foster, Bob. 1999. Seribu Pena SLTP Kelas I. Jakarta: Erlangga.

Hadi, Sutrisno. 1981. Metodogi Research. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Yoyakarta.
Hamalik, Oemar. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Hamalik, Oemar. 1999. Kurikuum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.

Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah PanitianPelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban.

Mursell, James ( - ). Succesfull Teaching (terjemahan). Bandung: Jemmars.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.

Poerwodarminto. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Bina Ilmu.

Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Slameto, 1988. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.

Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.

Suryabrata, Sumadi. 1990. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset.

Suryosubroto, b. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wetherington. H.C. and W.H. Walt. Burton. 1986. Teknik-teknik Belajar dan Mengajar. (terjemahan) Bandung: Jemmars.  


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 085728000963

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites