Paksa Messenger

Kami Menyediakan Referensi, Kami Membantu, Kami Menolak PLAGIATISME

Rabu, 04 Mei 2011

PTS 022 PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN STRATEGI DAN MODEL PEMBELAJARAN MELALUI WORKSHOP


PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN STRATEGI DAN MODEL PEMBELAJARAN MELALUI WORKSHOP
PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 134 JAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SEMESTER I


ABSTRAK


         Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses menyusun strategi dan model pembelajaran melalui workshop, serta meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran melalui workshop di SMP Negeri 134 Jakarta. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan respon guru terhadap kegiatan yang dilakukan. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kepengawasan dengan melibatkan 30 orang guru. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah: bila minimal terdapat 85 % guru tergolong sangat baik dan baik dalam aspek penilaian strategi pembelajaran, maka sudah dapat dikatakan tindakan yang diterapkan berhasil. Aspek yang diukur dalam menilai keberhasilan tindakan adalah kesiapan guru mengikuti workshop dan hasil pelaksanaan workshop.
Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan kesipan dan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran dari siklus I ke siklus II. Ketercapaian indikator kinerja terdapat pada tindakan ke II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran pada guru kelas IX di SMP Negeri 134 Jakarta. Dengan demikian dapat disarankan kepada pengawas atau peneliti yang lain bahwa kegiatan workshop dapat dipakai sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran.
        
Kata kunci: Kemampuan guru, strategi pembelajaran, workshop.


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan berlangsung seumur hidup, dan memberikan bekal kepada siswa untuk mengembangkan kehidupanya (Udin.S WinaPutra, 2006). Ini berarti bahwa pendidikan dilaksanakan secara terusmenerus dan berencana. Pendidikan di sekolah secara operasional dilakukan dalam berbagai jenjang dan jenis pendidikan, direncanakan melalui suatu program yang apik dan rapi sebagai penjabaran kurikulum yang berlaku saat ini. Sehubungan dengan itu peranan guru sebagai salah satu komponen dalam pendidikan dan pengajaran sangat penting.
Guru dikatakan tidak saja semata-mata sebagai pengajar (transfer of knowledge), tetapi pendidik (transfer of value) dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan penghargaan dan menuntun murid dalam belajar (Sardiman, 1990). Para pakar pendidikan seringkali menegaskan bahwa guru adalah sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan program pendidikan.
John Nisbet sebagaimana dinyatakan kemukakan oleh Ahmad, dkk ( 1999:x) bahwa "tidak ada cara yang paling baik untuk menyampaikan materi kepada siswa", maka dalam memilih dan menetapkan strategi pembelajaran, guru diharapkan sedapat mungkin memilih dan menentukan strategi pembelajaran yang paling efektif dan efisien diterapkan untuk standar kompetensi dan situasi kelas tertentu. Hal ini penting, sebab pemilihan strategi pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi prestasi belajar siswa (Nasution, 2001:40). Suatu strategi pembelajaran dikatakan efektif jika pembelajaran berhasil mencapai tujuan yang dirumuskan, dan dikatakan efisien jika suatu pembelajaran menarik siswa untuk terus mempelajari materi tersebut secara berkelanjutan (Degeng, 1989:165-172). Berdasarkan pandangan tersebut, dalam memilih strategi pembelajaran, guru hendaknya berorientasi pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dan tidak berorientasi kepeda kurikulum yaitu semua materi harus diajarkan dengan strategi yang sama sepanjang tahun, karena hal ini dapat menimbulkan kebosanan baik pada guru itu sendiri dan terlebih pada siswa.
Berdasarkan uraian di atas, tampak bahwa strategi pembelajaran yang tepat akan berdampak positif bagi siswa. Namun kenyataan yang ada di kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta tahun pelajaran 2008/2009 semester I menunjukkan hal yang terbalik. Dari hasil supervisi menunjukkan bahwa 95 % guru di kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta masih dominan menggunakan strategi pembelajaran yang tidak sesuai dengan karaketristik siswa dan situasi kelas. Bila ditelusuri lebih lanjut, faktor yang meyebabkan guru belum mampu melaksanakan strategi pembelajaran dengan tepat karena kemampuan menyusun strategi pembelajaran belum optimal, bahkan ada yang tidak membuat. Penyusunan strategi pembelajaran sangat penting, karena perencanaan yang baik berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.  Untuk mengatasi hal tersebut perlu diupayakan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran melalui kegiatan workshop di SMP Negeri 134 Jakarta khususnya pada guru kelas .Ixtahun pelajaran 2008/2009 semester I.


B.  Perumusan dan Pemecahan Masalah
1. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang dipaparkan di atas maka rumusan permasalahannya adalah:
a.       Bagaimanakah proses pelaksanaan workshop dalam kaitannya dengan kemampuan guru kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta tahun pelajaran 2008/2009 semester I dalam menyusun strategi pembelajaran tahun?
b.      Apakah melalui workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran pada kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta tahun pelajaran 2008/2009 semester I dalam menyusun strategi pembelajaran tahun?
c.       Bagaimanakah respon guru setelah diterapkannya workshop dalam kaitanya dengan kemampuan guru kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta tahun pelajaran 2008/2009 semester I dalam menyusun strategi pembelajaran tahun?

2.  Pemecahan Masalah
Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran, antara lain memperdalam pengetahuan mata pelajaran yang harus dikuasi guru, memperdalam pengetahuan tentang strategi pembelajaran dan syarat-syarat pembuatan startegi pembelajaran dan lain sebagainya. Namun fokus perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran dengan kegiatan workshop. Melalui workshop ini akan diberikan pembekalan dan bimbingan teknis pembuatan strategi pembelajaran untuk guru kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta tahun pelajaran 2008/2009 semester I. Pada proses perkembangan kemampuan menyusun strategi pembelajaran, dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap draf-draf awal suatu strategi pembelajaran. Dengan adanya umpan balik dari fasilitator dan guru-guru sejenis diharapkan ada motivasi sehingga kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajara dapat ditingkatkan.

C.  Hipotesis Tindakan
Dari latar belakang masalah, rumusan masalah, dan pemecahan masalah yang telah dipaparkan di atas maka hipoetesis tindakan dapat dirumuskan sebagai berikut.
”Jika kemampuan guru meningkat dalam menyusun strategi pembelajaran, maka hasil belajar siswa juga meningkat”.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
a.       Untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan workshop dalam kaitannya dengan kemampuan guru kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta tahun pelajaran 2008/2009 semester 1 dalam menyusun strategi pembelajaran.
b.      Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran pada kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta tahun pelajaran 2008/2009 semester 1 dalam menyusun strategi pembelajaran.
c.       Mendeskripsikan respon guru setelah diterapkannya workshop dalam kaitanya dengan kemampuannya dalam menyusun strategi pembelajaran.

2.  Manfaat Penelitian
a.       Melalui workshop dapat memberikan pengalaman belajar bagi guru, karena melalui workshop guru dilatih menemukan menyusun startegi pembelajaran sesuai dengan karaketristik siswa dan situasi kelas yang ada.
b.      Guru kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta memiliki kemampuan dalam melaksakan menyusun strategi pembelajaran sehingga dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif dalam upaya peningkatan prestasi belajar siswa.
c.       Menumbuhkan leaning comunity bagi guru kelas IX SMP Negeri 134 Jakarta sehingga sekolah bukan hanya tempat belajar bagi siswa tetapi juga menjadi tempat belajar bagi guru dengan mengefektifikan model workshop intern di sekolah.


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:  Bina Aksara
Badudu, J.S. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Gramedia.
Friedenberg, Lisa. 1995. Psychological Testing: Design, Analysus, and Use. Boston: Allyn and Bacon.
Mathis dan Jackson. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat
Prokton and W.M. Thornton. 1983. Latihan Kerja Buku Pegangan Bagi Para Manager. Jakarta:  Bina Aksara
Purwanto, M  Ngalim. 1984. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : Remaja Rosda Karya
Simamora, Henry. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : STIE YPKN.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Rasyid, Mahmunar. 2005. Strategi Pembelajaran Sejarah Melalui Pendekatan Team Games Tournament dengan Sistem Porlimawih. Jakarta: Depdiknas


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 085728000963

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites