Paksa Messenger

Kami Menyediakan Referensi, Kami Membantu, Kami Menolak PLAGIATISME
Tampilkan postingan dengan label Pemantapan Kemampuan Profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemantapan Kemampuan Profesional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2011

PTK SD 038 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN REMEDIAL SISWA KELAS VI SD

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN REMEDIAL SISWA KELAS VI SDN 1 DUKUH RINGIN, DAWE, KUDUS, TAHUN PELAJARAN 2004/2005
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Mata Pelajaran Matematika merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar. Mata pelajaran ini termasuk pelajaran yang sisegani siswa, karena untuk memahami materi terkadang perlu adanya kejelian dalam berfikir, ketelitian dalam pengerjaan dan waktu yang cukup untuk mengadakan latihan, baik pada jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran.
Dari kenyataan tersebut, tidaklah mustahil apabila siswa mengalami kesulitas belajar dalam mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat dilihat dari prestasi atau hasil belajar siswa yang lazimnya ditunjuk oleh nilai tes angka yang diberikan oleh guru.
Matematika merupakan salah satu ilmu dasar atau ilmu murni yang pada kenyataannya telah berkembang dengan pesatnya baik materi maupun manfaatnya. Hal ini terjadi seiring dengan perkembangan iptek, oleh karena itu Matematika sekolah yaitu Matematika yang diajarkan dis ekolah khususnya jenjang pendidikan dasar dan menengah, harus senantiasa memeprtimbangkan tahap – tahap perkembangan intelektual siswa.
Aturan – aturan yang ada dalam Matematikan mengajarkan agar kita berpikir logis, rasional, cermat, efisien dan efektif, kemampuan tersebut sangat dibutuhkan guna meyongsong era persaingan bebas yang semakin mengglobal. Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah, guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, salah satunya dalah pengadaan dan peningkatan fasilitas penunjang baik bagi sisiwa maupun bagi para gurnya melalui penataran – penataran dan pemebrian kesempatan untuk melanjutkan belajar.
Sampai saat sekarang masih banyak terdengar keluhan bahwa mata pelajaran Matematika membosankan, tidak menarik dan bahkan penuh misteri. Hal ini disebabkan pelajaran Matematika dirasakan sukar, dan nampaknya tidak ada kaitannya dalam kehidupan sehari – hari. Kenyataan ini adalah suatu persepsi yang negatiye terhadap Matematika. Persepsi ini pasti ada dalam setiap jenjang pendidikan baik di tingkat prasekolah (TK) sampai jenjang pendidikan tinggi. Yang menjadi permasalahan mengapa persepsi negatiye ini jumlahnya lebih banyak terdengar. Banyak hal yang dapat dikaji untuk mengungkapkan masalah tersebut diatas mungkin karena keterbatasan sarana belajar. Misalnya buku paket untuk siswa kurang mendukupi jumlahnya, sehingga siswa hanya mendapatkan sumber materi dari apa yang diberikan oleh guru di sekolah. Agar guru mampu memperoleh strategi belajar mengajar yang tepat harus mengetahui bermacam – macam pendekatan, teknik mengajar, metode mengajar. Suatu contoh dari pengalaman penulis pada umumnya guru dalam menyampaikan materi pelajara kebanyakan mencari jalan yang paling mduah sehingga mereka memilih metode expositori diantara sekian banyak metode, kemudian dilanjutkan pemberian tugas dan PR. Metode expositori dianggap cara yang paling praktis karena mudah murah dan dilakukan tanpa persiapan. Dai hasil pengamatan dan pengalaman mengajar penulis, kenyataannya dengan menggunakan metode expositori saja, para siswa sulit untuk memahami konsep. Hal ini terlihat pada penyampaian konsep rumus luas lingkaran yang hanya bersifat hafalan maka suatu saat mereka lupa. Karena inilah membuat para sisiwa jenuh mengikuti pelajaran sehingga mereka mengalami kesulitan dalam menggunakan rumus luas lingkaran. Apabila siswa diberi tugas maupun PR sebagian kecil siswa yang dapat mengejarkan dengan benar. Padahal guru mengharapkan siswa dapat menyerap apa yang disampaikan. Sebagai guru disini mempunyai peran yang sangat penting yaitu merancang dan menyusun bagaimana pelajaran Matematika yang diberikan tidak mendapat persepsi yang negatiye dari sisiwa – siswanya, juga dalam penyusunan kurikulum Matematika sekolah, pengalaman masa lalu perlu dikaji ulang, juga kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akand atang perlu diperhatikan dan di antisipasi secara dini. Sebagai mata pelajaran yang kurang diminati atau kalau bida dihindari oleh sebagian besar siswa. Oleh karena itu kreatiyitas kita sebagai seorang guru dalam Matematika dengan tujuan tersebut di atas akan menjadi seperti tersebut atas akan inenjadi faktor kunci agar Matematika menjadi mata pelajaran yang menyenangkan dan menarik di dalam kelas. Kreatiyitas bukanlah suatu bakat, bisa dipelajari dan harus dilatih inisalriya, kebiasaan- kebiasaan mencoba mengaitkan hal, kecil dalam dan fenomena sehari-hari dengan konsep Matematika yang releyan, dapatdipupuk dan dikembangkan dengan motiyasi dan membantu siswa dengan cara mengaitkan kegemaran serta masalah sehari-hari mereka dengan Matematika, juga dapat dilakukan oleh guru di samping berusaha menambah pengetahuan tentang materi sendiri.
Matematika mempelajari pola keteraturan, tentang struktur yang jari tentang tyroriorganisasikan. Hal ini dimulai dari hal-hal yang tidak terdefinisikan (Underlined term, basic term, primitif term). Kemudian pada unsur yang didifinisikan, ke aksioma/postulat, dan akhirnya pada teorema. Konsep-konsep Matematika tersebut, secara hierarkis, terstruktur logis dan sistematis.
Dalam prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain, faktor siswa yang meliputi kecerdasan, motiyasi, minat dan lain-lain. Maka guru dalam proses pembelajaran perlu memperhatikan perbedaan individual, agar prestasi siswa dapat optimal sesuai dengan kemampuannya.
Banyak orang yang memandang Matematika sebagai bidang studi yang paling sulit. Meskipun demikian, semua orang harus mempelajarinya karena merupakan sarana, untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Seperti halnya bahasa, membaca dan menulis, kesulitan. belajar Matematika harus diatasi sendiri mungkin. Kalau tidak, siswa akan menghadapi banyak masalah karena hampir semua bidang studi memerlukan Matematika yang sesual.
Namun melihat kenyataan prestasi belajar Matematika kurang baik bahkan sebagian siswa prestasi Matematika di bawah rata-rata. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum tuntas dalam belajar Matematika, mungkin dikarenakan kurangnya waktu pembelajaran Matematika jika dibandingkan dengan konsep yang harus di pelajari.
Mengacu pada kenyataan di atas, maka untuk mengupayakan peningkatan prestasi belajar Matematika, perlu kiranya memberikan program pembelajaran yang tepat. Pembelajaran yang diperuntukkan membantu siswa mempelajari kembali materi Matematika yang belum tuntas, yang disebabkan penyampaian kurang jelas, siswa lambat dalam belajar Matematika.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Remedial Siswa Kelas VI SDN I Dukuhwaringin, Dawe, Kudus. Tahun Pelajaran 2004/2005”.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pembelajaran remedial dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika?
2. Apakah ada hambatan yang ditemukan dalam pembelajaran remedial untuk meningkatkan mata pelajaran Matematika?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas dapat ditetapkan tujuan penelitian sebagai berikut :
1. Membuktikan bahwa pembelajaran remedial dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika.
2. Mengetahui hambatan yang ditemukan dalam pembelajaran remedial mata pelajaran Matematika.
D. Manfaat Peneliti
Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat :
  1. Manfaat Teoretis
a. Dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada guru dalam pembelajaran.
b. Dapat memberikan arah para guru dalam proses pembelajaran meberikan perbedaan siswa.
c. Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
  1. Manfaat Praktis
a. Bagi peneliti bennanfaat Menemukan solusi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika kelas VI.
b. Bagi siswa dapat digunakan sebagai motivasi belajar supaya prestasi belajar Matematika dapat meningkat.
c. Bagi sekolah dapat memperoleh suatu bentuk pembelajaran remedial yang dapat meningkatkan prestasi mata pelajaran Matematika
d. Bagi orang tua dapat mengetahui pentingnya tambahan jam pelajaran khususnya pembelajaran remedial untuk mata pelajaran Matematika.
DAFTAR PUSTAKA
Anton Sukarno, 1994. “Efektifitas Sistem Pengajaran Pelayanan Bagi Anak Berkesulitan Belajar”. Surakarta.
A. Kirk 1986. “ Educating Exceptional Children “. Boston: Houghton Mifflin Company.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996. “ Kurikulum Pendidikan Dasar”. Jakarta.
Dimyati Mahmud, 1992. “Strategi Belajar Membaca dan Menulis”. Yogyakarta: Liberty.
Djono R, 1987. “Penilaian Layanan Bimbingan di Sekolah “. Surakarta.
Fx. Soedarsono, 1997. “Pengajaran Remedial”. Jakarta: Gramedia.
Hamalik, 1980. “Mengenal Siswa Berkesulitan Belajar “. Bandung: Tap Site.
Harsono Hutojo, 1998. “Belajar Mengajar Matematika “. Bandung: CV. Angkasa.
JI. Pasaribu dan Simanjutak, 1994. “Proses Belajar Mengajar “. Bandung: Tap Site.
Mahmud Ali Yahya, 1991. “Belajar Membaca dan Menulis “. Jakarta: Bina Aksara.
Marika Subrata dan Munzayanah, 1992. “Remedial Teaching”. Surakarta UNS.
Moh. Suryo dan Moh. Armen 1989. “Pengajaran Remedial”. Jakarta. Muchtar
Bukhori, 1995. “Pengantar Psikologi Pendidikan” Bandung: Jarmare.
Mulyono Abdurrohman, “Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belmar Jakarta: Depdikbud.
Muhibbin Syah, 1995. “Psikologi Pendidikan “. Yogyakarta: Andi Offset.
Ngalim Purwanto 1990. “Psikologi Pendidikan “. Bandung: Remaja Rosdakar
Nasution, 1995. “Didaktik Asas-Asas Mengajar “. Bandung: Jemmars. Oemar
Hamalik, 1980. “Metodologi Pengajaran Ilmu Pendidikan “. Banduri_
Slameto, 1995. “Proses Belajar Mengqjar Dalam Sistem Kredit “. Jakarta: Bumi Aksara
Sri Hartati P. H. 1992. “Pengajaran Remedial”. Yogyakarta: PT. Mitra Gama Widya.
Sunardi, 1997. “Mengenal Siswa Berkesulitan Belajar”. Surakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: UNS.
Supardi, 1997. “Belajar Mengajar Matematika” Jakarta: Bina Aksara.
Sutartinah Tirtonegoro, 1998. “Anak Supernormal dan Program Pendidikan Jakarta: PT. Bina Aksara.
Syaiful Bakri Djamarah, 1994. “Pendidikan Membaca dan Menulis “. Yogyakarta: Liberty.
Winarno Surakhmad 1986. “Pengantar Interaksi Belajar Mengajar”. Bandung Tarsito.
Winkel W.S. 1984. “Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar”. Jakarta: Gramedia.
Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 08572 8000 963

Selasa, 29 Maret 2011

PKP 002 Meningkatkan Keaktifan Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

Meningkatkan Keaktifan Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pilang 1 Materi Jenis-Jenis Sumber Daya Alam Melalui Metode Kerja Kelompok Tahun 2010

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan diperlukan strategi pembelajaran yang diharapkan mampu memperbaiki proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini. Salah satu tolok ukur keberhasilan guru adalah bila dalam pembelajaran mencapai hasil yang optimal. Keberhasilan ini sangat tergantung dengan kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar.

Keberhasilan pembelajaran pada umumnya adalah meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas IV SD Negeri Pilang 1 untuk beberapa kompetensi dasar umumnya menunjukkan nilai yang rendah. Hal ini standar kompetensi dan kompetensi dasar IPS kelas IV memang sarat akan materi, disamping cakupannya luas dan perlu hafalan. Jika dilihat dari hasil ulangan harian sebagaian besar masih dibawah kriteria ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 62 dari 27 siswa hanya 66,7% (18 siswa) yang sudah memenuhi KKM, sedangkan 33,3% (9 siswa), belum memenuhi KKM.

Rendahnya prestasi belajar IPS di kelas IV SD Negeri Pilang 1, Jantaran, Pilang, Masaran, Sragen dimungkinkan juga karena guru belum menggunakan model pembelajaran serta mendesain skenario pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi maupun kondisi siswa sehingga memungkinkan siswa aktif dan kreatif. Namun sebaliknya kecenderungan guru menggunakan model pembelajaran konvensional yang bersifat satu arah, cenderung kering dan membosankan. Kegiatan pembelajaran masih didominasi guru. Siswa sebagai obyek bukan subyek bahkan guru cenderung membatasi partisipasi dan kreatifitas siswa selama proses pembelajaran. Kenyataan selama ini kegiatan belajar mengajar masih didominasi guru yaitu kegiatan satu arah dimana penuangan informasi dari guru ke siswa dan hanya dilaksanakan dan berlangsung di sekolah, sehingga hasil yang dicapai siswa hanya mampu menghafal fakta, konsep, prinsip hukum-hukum, teori hanya pada tingkat ingatan.

Bertumpu pada kenyataan tersebut untuk merangsang dan meningkatkan peran aktif siswa baik secara individual dan kelompok terhadap proses pembelajara IPS maka masalah ini harus dicari model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan, salah satu diantaranya adalah Model Kerja Kelompok. Dengan pembelajaran kerja kelompok diharapkan siswa dapat menggali dan menemukan pokok materi bersama-sama dalam kelompok atau secara individu.

Penerapan model kerja kelompok merupakan tindakan alternatif yang kiranya dapat meningkatkan keaktifan siswa. Oleh karena itu penulis mengambil judul Meningkatkan Keaktifan Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pilang 1 Materi Jenis-Jenis Sumber Daya Alam Melalui Metode Kerja Kelompok Tahun 2010.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka permaslahan pembelajaran IPS ini adalah, sebagai berikut :

1. Bagaimana membuat siswa berani mengerjakan soal sendiri?

2. Bagaimana siswa mampu menerima materi dengan baik?

3. Metode apa yang tepat untuk materi ini?

C. Tujuan Perbaikan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk meningkatkan respon dan keatifan siswa pada pelajaran IPS.

2. Agar siswa memiliki daya serap seperti yang telah ditetapkan.

3. Untuk mengetahui penggunaan metode dalam meningkatkan respon dan keaktifan siswa pada pelajaran IPS.

D. Manfaat Perbaikan

Hasil penelitian diharapkan dapat berguna sebagai bukti dalam bidang pengajaran, bahwa prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh faktor pembelajaran dengan menggunakan metode dalam proses belajar mengajar.

Dengan demikian dapat memberikan sumbangan, pandangan dan masukan untuk mengemukakan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang pengajaran IPS.

DAFTAR PUSTAKA

Andayani, dkk. 2007. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas Terbuka.

Wardani dan Winadi, dkk. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

Syamsudin Abin, dkk. 2003. Profesional Keguruan. Jakarta : Universitas Terbuka.

IGAK Wardhani. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Modul 1-6. Jakarta : Universitas Terbuka.

Errawati, Imtam Rus, dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Sosial kelas I-VI. Klaten : Cempaka Putih.

Irawan Sadad Sadiman, Shendy Amalia. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 : SD/MI Kelas IV. Jakarta : Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan Nasional.

Untuk mendapatkan file PKP lengkap (Ms.Word), hubungi : 08572 8000 963

PKP 001 - Meningkatkan Pemahaman Pembelajaran Matematika Siswa Kelas IV

Meningkatkan Pemahaman Pembelajaran Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pilang 1 Materi Faktor Dan Kelipatan Dengan Metode Diskusi Tahun 2010

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan diperlukan strategi pembelajaran yang diharapkan mampu memperbaiki proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini. Salah satu tolok ukur keberhasilan guru adalah bila dalam pembelajaran mencapai hasil yang optimal. Keberhasilan ini sangat tergantung dengan kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis dalam mengajar matematika selama ini, siswa kurang memahami materi yang diajarkan guru dan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika. Pengalaman juga menunjukkan bahwa hasil belajar siswa belum memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari nilai hasil ulangan harian pada materi pokok faktor dan kelipatan dari 35 siswa hanya 10 anak yang dapat mengerjakan tugas dengan nilai 70. Saya sebagai guru kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Pilang 1, merasa khawatir karena milai matematika yang kurang memuaskan, Kalau ini dibiarkan berlarut-larut maka akibatnya akan fatal, karena pelajaran matematika akan berkelanjutan sampai jenjang berikutnya.

Gejala-gejala yang tampak pada saat proses belajar adalah kemampuan menganalisis dan menyelesaikan soal rendah, siswa pasif dan cenderung suka mencontoh temannya, siswa belum mampuberfikir kritis dan sistematis. Akibatnya jika diberi soal-soal yang agak berbeda sedikit dengan contoh yang diberikan, mereka tidak mampu menyelesaikannya. Hal ini disebabkan siswa belajar hanya dengan mengingat fakta dan kurang memahami materi yang dipelajari.

Dengan adanya penelitian ini saya berusaha mencari permasalahan dan juga solusi terbaik bagi siswa dalam pembelajaran matematika yaitu bahwa mungkin rendahnya hasil belajar matematika disebabkan karena (1) pendekatan pembelajaran kurang sesuai, (2) Metode mengajarnya kurang bervariasi, (3) Tehnik penilaian tidak sesuai sehingga perkembangan siswa kurang terukur, (4) Pemanfaatan Lingkungan atau media pembelajaran kurang dan dukungan belajar dari orang tua dan masyarakat rendah.

Secara etimologi dan analisis pengertian pendidikan di atas secara singkat, pendidikan dapat dirumuskan : tuntunan petumbuhan manusia sejak lahir hingga tercapainya kedewasaan jasmani dan rohani dalam interaksi dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

Untuk mecapai tujuan pendidikan, maka guru perlu menerapkan metode yang sesuai dalam pembelajaran. Tidak ada satupun metode yang dianggap paling baik di antara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, kompetensi dasar/indikator manapun, situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik bagi suatu kompetensi dasar/indikator yang disampaikan oleh guru tertentu, tetapi belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengambil judul Meningkan pemahaman pembelajar dan matematika siswa kelas IV SD Negeri Pilang 1 materi faktor dan kelipatan melalui metode diskusi tahun 2010.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan hasil pengamatan dan pada latar belakang di atas, Berdasarkan permasalahan penulis dalam melakkan perbaikan tindakan kelas dengan judul “UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP FAKTOR DAN KELIPATAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KELAS IV SD NEGERI PILANG 1 TAHUN 2010”, maka dapat penulis temukan kelemahan-kelemahan pembelajaran siswa sebagai berikut :

1. Pemahaman siswa terhadap materi pelajaran rendah.

2. Siswa kurang cepat dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

3. Hasil tes pelajaran matematika kurang memuaskan.

DAFTAR PUSTAKA

Andayani, dkk. 2007. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas Terbuka

Wardani dan Winardi, dkk. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas.

Syamsudin, Abin dkk. 2003. Profesi Keguruan. Jakarta : Univesitas Trebuka.

I GAK Wadhoni, dkk. 2007. Penelitian tindakan kelas Modul 1-6. Jakarta : Universitas Terbuka.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen. Gemar Matematika untuk SD Kelas IV Semester I : CV Semesta.

Drs. H. Udin S. Winataputra, dkk. 1997. Strategi Belajar Mengajar Modul 1-12. Jakarta : Universitas Terbuka.

Untuk mendapatkan file PKP lengkap (Ms.Word), hubungi : 08572 8000 963

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites